Senin, 22 Juli 2013

Widih, Honda Janjikan Uji Tabrak Low MPV Honda


Sketsa LMPV Honda
       Salam masbro & mbaksis semuanya. Kabar mengenai Low MPV Honda masih terus menjadi buah bibir. Ya, karena ini akan jadi sejarah untuk Honda Indonesia memasuki segmen pasar terbawah setelah selama ini bermain di segmen mid dan high-end. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa selama ini brand Honda adalah satu-satunya merk Jepang yang dianggap dapat bersaing dengan merk Eropa dalam hal kenyamanan dan kestabilan kendaraan. Nah, kenyaman & kestabilan ini ada kaitannya sama masalah kualitas, kualitas erat kaitannya sama harga tinggi. Pendeknya ada rupa ada harga, hehe.... Bakal hadirnya Low MPV Honda tak ayal membuat pertanyaan apakha kalo harganya murah atau sama dengan kompetitor apakah kualitasnya akan turun?


       Terkait ini Honda Prospect Motor (HPM) menjanjikan LMPV Honda sebutan sementara Honda Low MPV ini nantinya memiliki kualitas standar khas Honda. Utamanya tentang keselamatan akan dilengkapi fitur-fitur standar seperti airbag, rem ABS dan struktur body yang kokoh. Untuk meyakinkan konsumen HPM akan lakukan uji tabrak LMPV di ASEAN NCAP seperti diutarakan Direktur Marketing dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy,"Kita akan lakukan juga uji tabrak di ASEAN NCAP.”
     ASEAN NCAP (ASEAN New Car Assessment Program) adalah lembaga yang berwenang untuk menguji  mobil-mobil yang dipasarkan di kawasan ASEAN. Lembaga ini berbasis di Malaysia dengan anggota yang masuk baru 3 negara produsen mobil yaitu Malaysia (AAM), Filipina (AAP) and Singapore (AA Singapore). Seperti kita tahu HPM menjanjikan bahwa LMPV Honda akan sangat kompetitif dengan harga dibawah Rp. 200 juta plus beberapa kelebihan yang diklaimnya.
      “Ada lima hal yang jadi perhatian konsumen saat membeli mobil, yang pertama harga, lalu interior space,  bagasi, ground clearance dan efisiensi bahan bakar.  Kami pastikan harganya kompetitif di kelasnya.  Interior space-nya paling besar dibandingkan yang lain.  Bagasinya juga besar dan fleksibel. Ground clearance 185 mm, tertinggi di kelasnya, lebih tinggi dari Toyota Kijang Innova. Dan fuel efficiency , itu keunggulan kami,” terang Jonfis. “Kami ingin membuat mobil yang lebih baik dari yang sudah ada.”
     Jika tindakan ini terealisasi patut diapresiaisi tentunya mengingat selama ini banyak mobil beredar di Indonesia belum diuji tabrak untuk mengetahui kekuatan struktur tubuhnya. Semoga kelak diikuti pabrikan yang lain, walau sayangnya asosiasi produsen kendaraan Indonesia belum ikut gabung di ASEAN NCAP.







Sumber:
www.gatra.com
www.aseancap.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar